Sabtu, 22 Januari 2011 | By: Riski's Blog

Perbandingan Teknologi LCD TV dan Plasma TV

Plasma TV menggunakan layar yang terdiri dari beberapa sel. Dalam setiap sel terdapat dua panel kaca yang dipisahkan oleh celah sempit. Ketika proses manufaktur berlangsung, pada celah sempit tersebut gas neon-xenon disuntikkan dan disegel berbentuk plasma. Sedangkan pada LCD TV, dua lapisan bahan transparan dilekatkan satu sama lain dan dibuat terpolarisasi. Salah satu lapisan dilapisi dengan polimer khusus yang menyentuh setiap kristal cair.

Pada saat Plasma TV digunakan, gas diberi muatan listrik pada interval tertentu. Gas yang telah bermuatan listrik itu memancarkan fosfor berwarna merah, hijau, dan biru. Warna-warna yang dihasilkan itu disebut pixel atau elemen gambar yang selanjutnya membentuk gambar pada layar televisi. Proses untuk menghasilkan gambar pada LCD TV berbeda dengan Plasma TV. Pada saat LCD TV digunakan, arus listrik akan melalui setiap kristal cair yang memungkinkan kristal itu meneruskan atau memblokir cahaya untuk menghasilkan gambar.

Pembakaran fosfor yang terjadi pada Plasma TV untuk menghasilkan gambar akan mengakibatkan efek panas pada Plasma TV. Sementara itu, kristal pada LCD TV tidak memiliki cahaya sendiri, sehingga LCD TV memerlukan sumber cahaya eksternal. Namun hal ini dapat mengurangi efek panas ketika LCD TV sedang digunakan.

Berdasarkan teknologi dan cara kerja kedua jenis televisi tersebut, LCD TV memiliki kelebihan dibandingkan Plasma TV. Tidak adanya fosfor menjadikan LCD TV hanya memerlukan daya yang lebih kecil daripada Plasma TV. Selain itu, sumber cahaya eksternal pada LCD TV menghasilkan efek panas yang lebih kecil daripada Plasma TV.

Masih ada keunggulan LCD TV yang perlu dipertimbangkan. Peningkatan ketajaman gambar yang dihasilkan LCD TV dapat menjadi alasan lain untuk memilih jenis televisi yang paling tepat. Produk LCD TV yang lebih ringan daripada Plasma TV pada ukuran yang sama dapat menentukan jenis televisi terbaik di antara semua produk yang ditawarkan.

Cara Kerja DVD Player

Cara Kerja DVD Player tak ada bedanya dengan cara kerja CD Player , karena keduanya memiliki komponen optik yang mampu menyorotkan sinar laser berwarna merah ke arah permukaan piringan, atau tepatnya ke permukaan layer dari suatu piringan CD maupun DVD.
DVD player mampu menguraikan (decode) data video MPEG-2 yang diubah menjadi video komposit standar, agar dapat dinikmati pada pesawat televisi, begitu juga dengan proses decoding audionya diterjemahkan oleh prosesor Dolby untuk dikirim menjadi sinyal audio yang berujung di perangkat speaker.
Ada tiga komponen yang sangat mendasar dan paling diperlukan untuk sebuah DVD Player, seperti:
1.Motor penggerak putaran piringan yang berfungsi untuk mengontrol setiap gerakan putar dengan tingkat akurasi yang sangat presisi. Motor ini sangat membantu proses pembacaan trak yang memiliki putaran antara 200 sampai dengan 500 RPM.
2.Sebuah laser dan lensa yang menjadi perangkat utama dalam memfokuskan pembacaan data dari piringan menggunakan penembakan sistem laser , biasanya laser ini sangat kompatibel dengan jenis piringan CD. Kalau CD bekerja pada laser dengan panjang gelombang 780 nanometer, sedangkan untuk DVD pada 635 atau 650 nanometer.
3.Trak mekanik (tracking mechanism) yang merupakan perangkat bantu yang bertugas menggerakkan laser beam mengikuti gerak trak beralur spiral dari setiap piringan. Sistem tracking ini mampu bergerak dengan resolusi tingkat mikron.
Didalam DVD Player terdapat komponen berbasis teknologi komputer yang dikemas dalam blok data berbentuk IC (Integrtated Circuit), dimana salah satunya mengarah ke modul DAC (Digital Analog Converter) yang memang berfungsi untuk menangani data audio dan video, atau bahkan langsung menuju ke komponen dengan format digital, seperti data video digital .Prinsip kerja DVD Player yang paling fundamental terletak pada pemfokusan dari laser ketika melakukan pembacaan pit-pit dijalur trak, karena titik kerjanya harus dapat terfokus pada setiap permukaan bidang pantul. Ini sangat menentukan terutama waktu menjalankan jenis piringan DVD yang memiliki double-layer , karena dalam satu muka terdapat dua lapis reflektor yang masing-masing memiliki jarak yang berbeda, sehingga titik fokusnya juga tidak sama. Untuk lapis pertama dibuat sebagai bidang reflektif semi-transparan, dimana laser juga harus mampu menembusnya ketika membaca data pada layer inti yang berada di lapis kedua.
Setiap sorotan laser akan langsung mengenai lapisan pemantul bahan polycarbonate dari piringan DVD , kemudian dipantulkan kembali ke komponen opto-electronic yang bertugas mendeteksi setiap perubahan cahaya yang dipantulkan. Jadi dari opto-electronic tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kode-kode binary yang biasa disebut bit.
Pekerjaan paling berat dalam sistem pembacaan dari piringan DVD adalah pada saat menjaga posisi sorotan laser yang harus tetap fokus ditengah-tengah jalur trak data.Tugas ini dibebankan pada tracking system yang selalu bergerak kontinu dari tengah ke pinggir piringan, sehingga akan terjadi pergeseran laser dari arah dalam bergerak keluar secara linier. Kecepatan dari pembacaan datanya juga berlangsung konstan, ini dapat kita buktikan melalui gerakan motor spindle yang berputar semakin lambat ketika mata laser mulai menuju ke pinggir piringan DVD